Admin 11 Juli 2018

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga( PKK ) merupakan gerakan yang bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesejahteraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Gerakan PKK dengan 10 Program Pokoknya bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan keluarga, dalam rangka mewujudkan hal tersebut dilakukan antara lain melalui pemberdayaan masyarakat dan pemerintah. Program Keluarga Berencana dan Pembangunan Kesehatan Nasional yang terkait dengan 10 Program Pokok PKK khususnya Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat.

Untuk mengintensifikasi peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam dalam Program Keluarga Berencana Nasional dan Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu dengan lintas sektoral terkait dalam rangka membangun keluarga sejahtera maka dibentuk kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes. Kegiatan PKK-KB-Kes merupakan program peningkatan peranan wanita dalam Pembangunan yang berupaya mengembangkan dan mewujudkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan yang berkualitas dalam program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga,

Keluarga Berencana dan Kesehatan sebagai upaya mendukung Millenium Development Goals (MDGs).Kegiatan ini telah dilakukan secara nyata dan bertahap menunjukkan hasilnya, serta telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat Desa SARI MULYA dalam mendukung program Keluarga Berencana dan Pembangunan Kesehatan Nasional, pada dasarnya Gerakan PKK telah diadakan senantiasa melaksanakan bahkan meningkatkan peranannya, sesuai dengan Tema Hari Kesatuan Gerak PKK, KB-KES yaitu “ Melalui Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kita Perkuat Kelompok Dasa Wisma”.

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu:

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Sejarah

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah s.d tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 mendagri mengeluarkan surat kawat no. Sus 3/6/12 kepada seluruh gubernur kdh tk. I Jawa Tengah dengan tembusan gubernur kdh seluruh indonesia, agar mengubah nama pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga. Sejak itu gerakan PKKdilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai "hari kesatuan gerak PKK" yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR no. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan undang-undang no.22 tahun 1999 dan undang-undang no.25 tahun 1999, tetapi PKK pusat tanggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam rakernaslub pkk tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini.

Hal yang mendasar antara lain adalah perubahan nama gerakan PKK dari gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.[1]

 

"Struktur Organisasi PKK Desa Sari Mulya"

No. Nama Jabatan Ket.
1 Kartinah Ketua PKK  
2 Farida Surya Ningsih, S.Pd Sekretaris PKK  
3 Ismi Sholihati Sekretaris  
4 Siti Mariana Wakil Sekretaris  
5 Sumilawati Bendahara  
6 Aisyah Wakil Bendahara  
7 Indawati Ketua POKJA I  
8 Siti Inayah Wakil  
9 Halimah Sekretaris  
10 Sidar Anggota  
11 Duriyah Anggota  
12 Wagini Anggota  
13 Rena Wati Anggota  
14 Sariyani Ketua POKJA II  
15 Dini Kristiana Wakil  
16 Rusini Sekretaris  
17 Eni Herlina Anggota  
18 Misa Anggota  
19 Sunarsih Anggota  
20 Siti Marfuah Anggota  
21 Sukisni Ketua POKJA III  
22 Kasmawati Wakil  
23 Kartini Sekretaris  
24 Siti Rosmawati Anggota  
25 Sulastri Anggota  
26 Tantri Wahyuni Anggota  
27 Karmila Ketua POKJA IV  
28 Suryaningsih Wakil  
29 Leni Murniati Sekretaris  
30 Deli Kana Anggota  
31 Suci Ruhayah Anggota  
32 Rosmidar Anggota  
33 Sundari Anggota  

 

"Realisasi 10 Program PKK"

No. Uraian Tahun
2016 2017
1 Penghayatan dan Pengamalan Pancasila 492Keg 495Keg
2 Gotong Royong 499Keg 500Keg
3 Pangan 32Keg 35Keg
4 Sandang 10Keg 17Keg
5 Perumahan dan Tata Letak Laksana Rumah Tangga 30Keg 47Keg
6 Pendidikan dan Keterampilan 5Keg 6Keg
7 Kesehatan 2Keg 3Keg
8 Pengembangan Kehidupan Berkoperasi 3Keg 5Keg
9 Pelestarian Lingkungan Hidup 1Keg 3Keg
10 Perencanaan Sehat - -